Kamis, 31 Juli 2014
Adakah yang tersisa dari Ramadhan?
Sabtu, 21 Juni 2014
PESONA SYUKUR DAN SABAR
kedudukan di sisi-Nya karena rasa syukur dan sabar kita. Seperti firman Allah SWT, "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah nikmat-Ku kepadamu, dan jika kamu mengingkari nikmat-Ku, maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih" (QS. Ibrahim [14]:7).
Syukur dan sabar adalah kunci bagi meningkatnya keimanan seseorang pada Allah SWT. Berbagai sarana telah disediakan bagi tumbuhnya rasa
syukur dan sabar dalam diri, baik berupa kenikmatan ataupun ujian, bertafakkur terhadap berlikunya nilai hikmah, evaluasi diri dan melihat dari dekat ujian yang ditimpakan pada para mustad'afiin, tuntutan menyempurnakan ikhtiar, husnuzhan kepada Allah dan lain-lain.
Syukur dan sabar juga merupakan sarana meningkatkan kualitas diri agar lebih berharga dalam pandangan Allah SWT. Seseorang yang pandai bersyukur akan senantiasa bertahtakan kesabaran, meski berada dalam ujian penderitaan. Apapun yang kemudian mereka dapatkan, mereka kembalikan kepada yang memberikan semua itu, Allah SWT. Allah SWT sendiri memberi tanda kepada golongan orang-orang seperti ini, sebagaimana firman-Nya: "(Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan 'Inna lillaahi wa Inna Ilaihi Raaji'uun'" (Al-Baqarah [2]:156).
Keterbatasan harta bagi mereka bukan sebuah bencana yang akan menghancurkan hidupnya, tetapi lebih merupakan ujian yang dijanjikan Allah Swt yang akan berbuah pada meningkatnya kualitas iman dalam diri. Rasa sakit yang begitu pedih akan senantiasa ia sikapi dengan penuh kesabaran sebagaiman Nabiyullah
Keindahan orang-orang yang memiliki pribadi syukur dan sabar akan tampak dalam pola hidup kesehariannya. Ia tidak akan memiliki sikap sombong meskipun bergelimangan harta dan kemewahan. Pribadinya terasa sejuk dan penuh keakraban. Namun demikian, ia juga penuh dengan kegigihan untuk tetap berjuang di jalan Allah untuk meraih keridhaan-Nya. Tak ada kebencian di antara mereka. Kalaupun mereka menemukan hal, yang satu sama lain kurang berkenan, mereka akan lebih memilih saling memberikan taushiah (berwasiat) dengan penuh kebenaran dan kesabaran, sebagaimana firman Allah SWT dalam
Sungguh indah pribadi-pribadi yang memiliki sifat syukur dan sabar dalam dirinya, sehingga tidak tampak sama sekali dalam dirinya penyesalan dalam penderitaan, rasa putus asa dalam ujian, ingin berontak ketika diharuskan taat pada syari'at. Karena keindahan pribadinya, Allah merelakan diri-Nya duduk bersama golongan orang-orang seperti ini. Firman Allah SWT, "Sebagai nikmat dari Kami.
Demikianlah Kami memberikan balasan kepada orang-orang yang bersyukur (QS. Al-Qamar [54]:35). Pada
Berbeda sekali dengan orang-orang yang tidak mampu bersyukur dan bersabar atas nikmat dan ujian yang datang dari Allah. Nikmat dunia yang melimpah mereka anggap semata-mata karena hasil usaha dan kerja keras yang mereka lakukan sendiri. Gelimangnya harta bagi mereka sikapi dengan pesta pora menikmati keindahan dunia, yang sesungguhnya fana. Berkurangnya harta dunia membuat golongan orang-orang yang seperti ini tidak tenang, cemas dan tidak menentu. Mereka menganggap bahwa kesenangan yang sesunguhnya hanya dapat diukur dengan harta yang banyak dan melimpah, sehingga mereka merasakan kebingungan yang amat sangat ketika harta dunia tiada dalam genggamannya.
Kesehatan fisik yang dimilikinya tidak mereka sadari sebagai karunia Sang Mahapemberi nikmat, sehingga mereka pergunakan untuk bermaksiat terhadap Allah. Mereka sama sekali tidak menyadari bahwa kesehatan yang ada dalam genggamannya suatu saat akan hilang dan berganti menjadi rasa sakit. Mereka juga tidak menyadari bahwa nikmat-nikmat lain yang selama ini diterimanya akan dihisab kelak di akhirat.
Sungguh nista perilaku orang-orang yang tidak mampu bersyukur akan nikmat yang telah diberikan Allah. Belum lagi ketika mereka ditimpa dengan ujian. Sakit yang diderita mereka sikapi dengan keluh kesah yang berkepanjangan, dan putus asa seolah tiada akan berkesudahan. Ujungnya, hanya penderitaanlah yang akan dirasakan oleh orang-orang seperti ini. Sekecil apapun rasa sakit yang dideritanya, akan terasa berat dan membebani dirinya. Rasa sakit yang sesungguhnya ringan mereka dramatisir sedemikian rupa seolah sebuah sakit yang berat dengan tujuan untuk mendapatkan simpati dari orang-orang di sekelilingnya. Ketika tidak mendapatkan simpati yang diinginkannya, mereka semakin merasakan penderitaan yang amat sangat.
Sungguh kasihan dan
Untuk itu, mari kita sama-sama berharap akan pertolongan Allah SWT semoga Allah Yang Mahapemurah dan Mahaadil senantiasa menggolongkan kita sebagai hamba-hambanya yang senantiasa mampu bersyukur akan semua nikmat Allah dan bersabar atas ujian yang ditimpakan-Nya. Kita juga memohon perlindungan-Nya agar kita tidak dimasukan ke dalam golongan orang-orang yang tidak mampu bersyukur dan bersabar atas apapun yang diberikan oleh Allah SWT. Wallahua'lam
Sabtu, 22 Februari 2014
Bencana dalam bingkai Hikmah
Rabu, 29 Januari 2014
Hikmah Lupa dan Penawarnya
Senin, 04 November 2013
Hikmah Tahun Baru
Kamis, 11 Juli 2013
20 Manfaat Puasa
- Saat berpuasa ternyata terjadi
peningkatan HDL and apoprotein alfa1, dan penurunan LDL ternyata sangat
bermanfaat bagi kesehatan
jantung dan pembuluh darah. Beberapa the penelitian
“chronobiological” menunjukkan saat puasa ramadan berpengaruh terhadap
ritme penurunan distribusi sirkadian dari suhu tubuh, hormon kortisol,
melatonin dan glisemia. Berbagai perubahan yang meskipun ringan tersebut
tampaknya juga berperanan bagi peningkatan kesehatan manusia.
- Keadaan psikologis yang tenang, teduh
dan tidak dipenuhi rasa amarah saat puasa ternyata dapat menurunkan
adrenalin. Saat marah terjadi peningkatan jumlah adrenalin sebesar 20-30
kali lipat. Adrenalin akan memperkecil kontraksi otot empedu, menyempitkan
pembuluh darah perifer, meluaskan pebuluh darah koroner, meningkatkan
tekanan darah rterial dan menambah volume darah ke jantung dan jumlah detak
jantung. Adrenalin juga menambah pembentukan kolesterol dari lemak protein
berkepadatan rendah. Berbagai hal tersebut ternyata dapat meningkatkan
resiko penyakit pembuluh darah, jantung dan otak seperti jantung koroner,
stroke dan lainnya.
- Jumlah sel yang mati dalam tubuh
mencapai 125 juta perdetik, namun yang lahir dan meremaja lebih banyak
lagi. Saat puasa terjdi perubahan dan konversi yang massif dalam asam
amino yang terakumulasi dari makanan. Sebelum didistribusikan dalam tubuh
terjadi format ulang. Sehingga memberikan kesempatan tunas baru sel untuk
memperbaiki dan merestorasi fungsi dan kinerjanya. Pola makan saat puasa
dapat mensuplai asam lemak dan asam amino penting saat makan sahur dan
berbuka. Sehingga terbentuk tunas-tunas protein , lemak, fosfat,
kolesterol dan lainnya untuk membangun sel baru dan membersihkan sel lemak
yang menggumpal di dalam hati.
- Puasa bisa menurunkan kadar gula
darah, kolesterol dan mengendalikan tekanan darah. Itulah sebabnya, puasa
sangat dianjurkan bagi perawatan mereka yang menderita penyakit diabetes,
kolesterol tinggi, kegemukan dan darah tinggi. Dalam kondisi tertentu,
seorang pasien bahkan dibolehkan berpuasa, kecuali mereka yang menderita
sakit diabetes yang sudah parah, jantung koroner dan batu ginjal. Puasa
dapat menjaga perut yang penuh disebabkan banyak makan adalah penyebab
utama kepada bermacam-macam penyakit khususnya obesitas, hiperkolesterol,
diabetes dan penyakit yang diakibatkan kelebihan nutrisi lainnya.
- Sedang di antara manfaat puasa
ditinjau dari segi kesehatan adalah membersihkan usus-usus, memperbaiki
kerja pencernaan, membersihkan tubuh dari sisa-sisa dan endapan makanan,
mengurangi kegemukan dan kelebihan lemak di perut.
- Termasuk manfaat puasa adalah
mematahkan nafsu. Karena berlebihan, balk dalam makan maupun minum serta
menggauli isteri, bisa mendorong nafsu berbuat kejahatan, enggan
mensyukuri nikmat serta mengakibatkan kelengahan.
- Penghentian konsumsi air selama puasa
sangat efektif meningkatkan konsentrasi urin dalam ginjal serta
meningkatkan kekuatan osmosis urin hingga mencapai 1000 sampai 12.000 ml
osmosis/kg air. Dalam keadaan tertentu hal ini akan member perlindungan
terhadap fungsi ginjal. Kekurangan air dalam puasa ternyata dapat
meminimalkan volume air dalam darah. Kondisi ini berakibat memacu kinerja
mekanisme local pengatur pembuluh darah dan menambah prostaglandin yang
pada akhirnya memacu fungsi dan kerja sel darah merah.
- Dalam keadaan puasa ternyata dapat
meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Penelitian menunjukkan saat puasa
terjadi pengkatan limfosit hingga sepuluh kali lipat. Kendati keseluruhan
sel darah putih tidak berubah ternyata sel T mengalani kenaikkan pesat.
Perubahan aksidental lipoprotein yang berkepadatan rendah (LDL), tanpa
diikuti penambahan HDL. LDL merupakan model lipoprotein yang meberika
pengaruh stumulatif bagi respon imunitas tubuh.
- Pada pelitian terbaru menunjukkan
bahwa terjadi penurunan kadar apobetta, menaikkan kadar apoalfa1
dibandingkan sebelum puasa. Kondisi tersebut dapat menjauhkan seragan
penyakit jantung dan pembuluh darah.
- Penelitian endokrinologi menunjukkan
bahwa pola makan saat puasa yang bersifat rotatif menjadi beban dalam
asimilasi makanan di dalam tubuh. Keadaan ini mengakibatkan pengeluaran
hormon sistem pencernaan dan insulin dalam jumlah besar. Penurunan
berbagai hormon tersebut merupakan salah satu rahasia hidup jangka
panjang.
- Manfaat lain ditunjukan dalam
penelitian pada kesuburan laki-laki. Dalam penelitian tersebut dilakukan
penelitian pada hormon testoteron, prolaktin, lemotin, dan hormon stimulating
folikel (FSH), Ternyata hasil akhir kesimpulan penelitian tersebut puasa
bermanfaat dalam pembentukan sperma melalui perubahan hormon
hipotalamus-pituatari testicular dan pengaruh ke dua testis.
- Manfaat lain yang perlu penelitian
lebih jauh adalah pengaruh puasa pada membaiknya penderita radang
persendian (encok) atau rematoid arthritis. Parameter yang diteliti adalah
fungsi sel penetral (netrofil) dan progresifitas klinis penderita.
Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa terdapat korelasi antara membaiknya
radang sendi dan peningkatan kemampuan sel penetral dalam membasmi
bakteri.
- Dalam sebuah jurnal endokrin dan
metabolisme dilaporkan penelitian puasa dikaitkan dengan hormon dan
kemampuan seksual laki-laki. Penelitian tersebut mengamati kadar hormon
kejantanan (testoteron), perangsang kantung (FSH) dan lemotin (LH).
Terjadi perubahan kadar berbagai hormon tersebut dalam tiap minggu. Dalam
tahap awal didapatkan penurunan hormon testoteron yang berakibat penurunan
nafsu seksual tetapi tidak menganggu jaringan kesuburan. Namun hanya
bersifat sementara karena beberapa hari setelah puasa hormon testoteron
dan performa seksual meningkat pesat melebihi sebelumnya.
- Bahkan seorang peneliti di Moskow
melakukan penelitian pada seribu penderita kelainan mental termasuk
sizofrenia. Ternyata dengan puasa sekitar 65% terdapat perbaikan kondisi
mental yang bermakna. Berbagai penelitian lainnya menunjukkan ternyata
puasa Ramadhan juga mengurangi resiko
kompilkasi kegemukan, melindungi tubuh dari batu ginjal, meredam gejolak
seksual kalangan muda dan penyakit lainnya yang masih banyak lagi
- Pikiran kita yang melambat ketika
lapar, ternyata menjadi lebih tajam. Secara instingtif, bukti ilmiah ini
bisa diterima terkait dengan fakta bahwa dalam banyak hal, masalah lapar
adalah masalah kelanjutan hidup. Jadi wajar saja, jika rasa lapar membuat pikiran
semakin tajam dan kreatif. Sekelompok mahasiswa di University of Chicago
diminta berpuasa selama tujuh hari. Selama masa itu, terbukti bahwa
kewaspadaan mental mereka meningkat dan progres mereka dalam berbagai
penugasan kampus mendapat nilai “remarkable”.
- Termasuk manfaat puasa adalah
mempersempit jalan aliran darah yang merupakan jalan setan pada diri anak
Adam. Karena setan masuk kepada anak Adam melalui jalan aliran darah.
Dengan berpuasa, maka dia aman dari gangguan setan, kekuatan nafsu syahwat
dan kemarahan. Karena itu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjadikan
puasa sebagai benteng untuk menghalangi nafsu syahwat nikah, sehingga
beliau memerintah orang yang belum mampu menikah dengan berpuasa
- Seorang ilmuwan di bidang kejiwaan
yang bernama Dr. Ehret menyatakan bahwa untuk hasil yang lebih dari
sekedar manfaat fisik, yaitu agar mendapatkan manfaat mental dari
aktivitas berpuasa, seseorang harus menjalani puasa lebih dari 21 hari.
- Ilmuwan psikiater lainnya yaitu Dr.
E.A. Moras, mengatakan bahwa seorang pasien wanitanya telah menderita
sakit mental selama lebih dari delapan bulan. Wanita itu telah berobat
kesana-kemari termasuk ke para ahli saraf dengan hasil kurang memuaskan.
Ia memintanya untuk berpuasa. Wanita itu mengalami perbaikan kondisi mental,
dan bahkan dinyatakan sembuh setelah berpuasa selama lima minggu. Di dalam
otak kita, ada sel yang disebut dengan “neuroglial cells”. Fungsinya
adalah sebagai pembersih dan penyehat otak. Saat berpuasa, sel-sel neuron
yang mati atau sakit, akan “dimakan” oleh sel-sel neuroglial ini.
- Sebuah tulisan penelitian yang
dilakukan Dr. Ratey, seorang psikiaters dari Harvard, mengungkapkan bahwa
pengaturan dan pembatasan asupan kalori akan meningkatkan kinerja otak.
Dr. Ratey melakukan penelitian terhadap mereka yang berpuasa dan memantau
otak mereka dengan alat yang disebut “functional Magnetic Resonance
Imaging” (fMRI). Hasil pemantauan itu menyimpulkan bahwa setiap individu
obyek menunjukkan aktivitas “motor cortex” yang meningkat secara konsisten
dan signifikan.
- Ilmuwan di bidang neurologi yang
bernama Mark Mattson, Ph.D., seorang kepala laboratorium neuroscience di
NIH’s National Institute on Aging. Dalam hasil penelitiannya menunjukkan
bahwa diet yang tepat seperti berpuasa, secara signifikan bisa melindungi
otak dari penyakit de-generatif seperti Alzheimer atau Parkinson. Hasil
penelitiannya menunjukkan, bahwa diet dengan membatasi masukan kalori 30%
sampai 50% dari tingkat normal, berdampak pada menurunnya denyut jantung
dan tekanan darah, dan sekaligus peremajaan sel-sel otak
Sumber: http://kodokoala.blogspot.com/2012/07/20-manfaat-puasa-bagi-kesehatan-manusia.html#ixzz2YmQLu1X6
Rabu, 19 Juni 2013
BERCERMIN DIRI
Sebabnya penampilan kita adalah juga cermin pribadi kita. Orang yang necis,rapih, dan bersih maka pribadinya lebih memungkinkan untuk bersih dan rapih pula. Sebaliknya orang yang penampilannya kucel, kumal, dan acak-acakan maka kurang lebih seperti itulah pribadinya.
Tentu saja penampilan yang necis dan rapih itu menjadi kebaikan sepanjang niat dan caranya benar. Niat agar orang lain tidak terganggu dan terkecewakan, niat agar orang lain tidak berprasangka buruk, atau juga niat agar orang lain senang dan nyaman dengan penampilan kita. Dan Allah suka dengan penampilan yang indah dan rapih sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW, "Innallaha jamiilun yuhibbul jamaal","Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan".
Tapi harap diketahui, bahwa selama ini kita baru sibuk bercermin 'topeng' belaka. Topeng 'make up', seragam, jas, dasi, sorban, atau 'asesoris' lainnya. Sungguh, kita baru sibuk dengan topeng, namun tanpa disadari kita sudah ditipu dan diperbudak oleh topeng buatan sendiri. Kita sangat ingin orang lain menganggap diri ini lebih dari kenyataan yang sebenarnya. Ingin tampak lebih pandai, lebih gagah, lebih cantik, lebih kaya, lebih sholeh, lebih suci dan aneka kelebihan lainnya. Yang pada akhirnya selain harus bersusah payah agar 'topeng' ini tetap melekat, kita pun akan dilanda tegang dan was-was takut 'topeng' kita terbuka, yang berakibat orang tahu siapa kita yang 'aslinya'.
Tentu saja tindakan tersebut, tidak sepenuhnya salah. Karena membeberkan aib diri yang telah ditutupi Allah selama ini, adalah perbuatan salah. Yang terpenting adalah diri kita jangan sampai terlena dan tertipu oleh topeng sendiri, sehingga kita tidak mengenal diri yang sebenarnya, terkecoh oleh penampilan luar. Oleh karena itu marilah kita jadikan saat bercermin tidak hanya 'topeng' yang kita amat-amati, tapi yang terpenting adalah bagaimana isinya, yaitu diri kita sendiri.
Mulailah amati wajah kita seraya bertanya, "Apakah wajah ini yang kelak akan bercahaya bersinar indah di surga
Lalu tatap mata kita, seraya bertanya,"Apakah mata ini yang kelak dapat menatap penuh kelezatan dan kerinduan, menatap Allah Yang Maha Agung, menatap keindahan surga, menatap Rasulullah, menatap para Nabi, menatap kekasih-kekasih Allah kelak? Ataukah mata ini yang akan terbeliak, melotot, menganga, terburai, meleleh ditusuk baja membara? Akankah mata yang terlibat maksiat ini akan menyelamatkan? Wahai mata apa gerangan yang kau tatap selama ini?"
Lalu tataplah mulut ini, "Apakah mulut ini yang di akhir hayat nanti dapat menyebut kalimat thoyibah, 'laa ilaaha ilallaah', ataukah akan menjadi mulut berbusa yang akan menjulur dan di akhirat akan memakan buah zakun yang getir menghanguskan dan menghancurkan setiap usus serta menjadi peminum lahar dan nanah saking terlalu banyaknya dusta, ghibah, dan fitnah serta orang yang terluka dengan mulut kita ini!"
"Wahai mulut apa gerangan yang kau ucapkan? Wahai mulut yang
Lalu tataplah diri kita tanyalah, "Hai kamu ini anak sholeh atau anak durjana, apa saja yang telah kamu peras dari orang tuamu selama ini dan apa yang telah engkau berikan? Selain menyakiti, membebani, dan menyusahkannya. Tidak tahukah engkau betapa sesungguhnya engkau adalah makhluk tiada tahu balas budi!"
"Wahai tubuh, apakah engkau yang kelak akan penuh cahaya, bersinar, bersukacita, bercengkrama di surga atau tubuh yang akan tercabik-cabik hancur mendidih di dalam lahar membara jahanam, terpanggang tanpa ampun, derita tiada akhir?"
Lalu ingatlah amal-amal kita, "Hai tubuh apakah kau ini makhluk mulia atau menjijikkan, berapa banyak aib-aib nista yang engkau sembunyikan dibalik penampilanmu ini? Apakah engkau ini dermawan atau sipelit yang menyebalkan?"
Berapa banyak uang yang engkau nafkahkan dan bandingkan dengan yang engkau gunakan untuk selera rendah hawa nafsumu?"
"Apakah engkau ini sholeh atau sholehah seperti yang engkau tampakkan? Khusyu-kah shalatmu, dzikirmu, doamu, ikhlaskah engkau lakukan semua itu? Jujurlah hai tubuh yang
"Sungguh betapa beda antara yang nampak di cermin dengan apa yang tersembunyi, betapa aku telah tertipu oleh topeng? Betapa yang kulihat selama ini hanyalah topeng, hanyalah seonggok sampah yang terbungkus topeng-topeng duniawi"
Dari Anas Radiyallahu’ahu ia berkata: Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Beruntunglah orang yang disibukkan oleh aibnya sendiri, sehingga ia tidak sempat mengurus aib orang lain.” (HR. al-Bazzar dengan sanad yang hasan)
Wahai sahabat-sahabat sekalian, sesungguhnya saat bercermin adalah saat yang tepat agar kita dapat mengenal dan menangisi diri ini.
sumber: manajemen qalbu
Hadits tentang Puasa Asyura (Hari kesepuluh bulan Muharram
Berdasarkanbeberapa hadits ditemukan anjuran Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam kepada ummat Islam agar melaksanakan puasa di tanggal sepuluh bulan Muharram. Tanggal sepuluh bulan Muharram biasa disebut Yaum ’Aasyuura (Hari kesepuluh bulan Muharram).
Dari Abu Hurairah r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda: "Seutama-utama berpuasa sesudah bulan Ramadhan ialah dalam bulan Allah yang dimuliakan - yakni Muharram - dan seutama-utama shalat sesudah shalat wajib ialah shaliatullail - yakni shalat sunnah di waktu malam." (Riwayat Muslim)
Suatu ketika Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam mendapati kaum Yahudi sedang berpuasa pada hari ’Asyuura. Lalu beliau bertanya mengapa mereka berpuasa pada hari itu. Merekapun menjelaskan bahwa hal itu untuk memperingati hari dimana Allah telah menolong Nabi Musa bersama kaumnya dari kejaran Fir’aun dan balatentaranya. Bahkan pada hari itu pula Allah telah menenggelamkan Fir’aun sebagai akibat kezalimannya terhadap Bani Israil. Mendengar penjelasan itu maka Nabi shollallahu ’alaih wa sallam-pun menyatakan bahwa ummat Islam jauh lebih berhak daripada kaum Yahudi dalam mensyukuri pertolongan Allah kepada Nabi Musa. Maka beliau-pun menganjurkan kaum muslimin agar berpuasa pada hari ’Asyuura.
Kisah Nabi Ismail as
Al-Bukhari meriwayatkan daripada Ibnu Abbas r.a.berkata:
Pertama-tama yang menggunakan setagi {setagen} ialah Hajar ibu Nabi Ismail tujuan untuk menyembunyikan kandungannya dari Siti Sarah yang telah lama berkumpul dengan Nabi Ibrahim a.s. tetapi belum juga hamil. tetapi walaubagaimana pun juga akhirnya terbukalah rahasia yang disembunyikan itu dengan lahirnya Nabi Ismail a.s. .
.jpg)
.jpg)




